Bela Puan, Politikus PDI-P Balik Tuding PKS Provokasi Sumbar Selama 10 Tahun Memimpin.


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengeluhkan dengan sikap Ketua DPP Puan Maharani yang menyindir seakan warga Sumbar tidak mendukung Negara Pancasila. Putri Ketua Umum PDIP itu pun menuai banyak kritik kerasa dari kalangan tokoh Minang.


Namun, PDIP pun tidak tidak tinggal diam, Salah satu politikusnya yakni Zuhairi Misrawi langsung membela pernyataan Puan yang dinilainya lebih dalam soal perspektif Pancasilanya. Zuhairi atau yang akrab dipanggil Gus Mis menilai Sumbar berubah total semenjak 10 tahun dipimpin PKS.

Apa yang disampaikan Mbak Puan lebih dalam perspektif kekinian sekaligus harapan agar Pancasila benar-benar membumi dalam laku keseharian dan kehidupan berbangsa kita. Sebab, Provinsi Sumatera Barat setelah 10 tahun dipimpin PKS memang berubah total. Banyak kader PKS yang memprovokasi masyarakat untuk menolak kepemimpinan Pak Jokowi. Padahal Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia yang menaruh perhatian besar terhadap kemajuan Sumatera Barat,” ujar Gus Mis kepada wartawan, kemarin.

Karena itu, Zuhairi berharap agar sebaiknya juga mengedepankan kompetisi yang mencerdaskan. Seperti para pendahulu pelopor kemerdekaan dan pahlawan bangsa seperti Moh Hatta, KH Agus Salim, Prof Muhammad Yamin, Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Moh Natsir dan lain-lain yang berpolitik dengan santun.



Kehadiran tokoh-tokoh berwawasan kebangsaan di tengah penjajahan, namun dengan kultur Islam yang berkemajuan tersebut menjadi daya pemicu generasi muda Sumatera Barat untuk ikut berpacu menjadi pelopor kemajuan bangsa, termasuk pelopor di dalam membumikan Pancasila,” ungkapnya dilansir JawaPos.


Disisi lain, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyantojuga memberikan penjelasan terkait harapan Puan.”Yang dimaksudkan Mbak Puan dan sebagaimana seluruh kader partai mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi di Jawa Timur, di seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila harus dibumikan,” kata Hasto saat konferensi pers secara virtual, Rabu (2/9/2020) lalu.

Hasto menyebut harapan Puan agar Sumbar mendukung negara Pancasila dalam aspek kebudayaan dan nasionalisme. Dia berharap hal tersebut bisa diterapkan di dalam kehidupan bernegara.

“Jadi yang dimaksudkan pembumian Pancasila di Sumatera Barat itu lebih pada aspek kebudayaan, nasionalisme, dan menyentuh seluruh hal-hal di dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” katanya.

Hasto kemudian menceritakan kekaguman Puan dan Ketua Umum PDIP Magawati Soekarnoputri terhadap Sumatera Barat. Salah satunya mereka mengapresiasi makanan khas Minangkabau, yaitu rendang.

“Ibu Megawati Soekarnoputri begitu kagum dengan Sumatera Barat, demikian juga Mbak Puan, karena kami sering mendapat cerita bagaimana keanekaragamannya yang luar biasa. Bagaimana rendang bumbunya itu bentuk cita rasa makanan yang punya cita rasa yang menyentuh aspek rasa tertinggi di dalam kualitas makanan itu, sehingga tidak heran rendang mendapatkan apresiasi sebagai makanan paling enak di dunia. Bahkan Ibu Mega telah menugaskan Pak Alex Lukman untuk mengumpulkan seluruh resep makanan untuk pembuatan rendang itu,” jelas Hasto. [asa]